KLIKKK ABG: Inovasi Pengembangan Budaya K3

Minggu siang. Sebuah pesan masuk di beranda whatsapp. Tanpa lama saya membuka pesan tersebut. Ternyata pesan dari salah satu teman blogger yang mencari blogger cowok untuk hadir di soft launching website baru dari Balai Besar Pengembangan K3 Makassar. Tak ragu, saya coba menghubungi untuk menyatakan siang hadir di hari tersebut.

“Acaranya di Sudiang? Bisa?” tanyanya

Sempat kaget juga, karena lokasinya sangat jauh dari kediamanku. Orang Makassar yang tinggal di pusat kota pasti tahulah keadaannya gimana wkwkwk. Akan tetapi, kebetulan pada hari acaranya saya nggak ada kegiatan, hitung-hitung nambah ilmu buat bekal kuliahkan.
***


Mengenai K3 ini sudah tidak asing lagi ditelinga saya. Soalnya di perkuliahan saya pernah mengambil mata kuliah ini, pernah juga ikut workshop K3 sampai dengan lombanya pun pernah saya ikuti.

Nah, teman muda semua mungkin ada yang bertanya-tanya K3 itu apa? Berikut saya jabarkan beberapa yang saya dapatkan selama kuliah (kan rugi uang SPP kalau nggak tahu hehehe).

Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan bidang ilmu yang mengajarkan mengenai kesehatan dan keselamatan seorang pekerja di lingkungan kerja. Tujuannya agar para pekerja lebih nyaman dan aman dalam bekerja untuk menciptakan produktivitas kerja. K3 ini sangat perlu ada kolaborasi dan inisiatif bersama antara karyawan dan atasan. Mengapa demikian?

Seperti yang sudah saya katakan diawal, goals K3 ini adalah Produktivitas kerja. Penerapan program K3 yang optimal bagi karyawan secara langsung erat hubungannya dengan produktivitas kerja karyawan, karena penerapan program K3 merupakan salah satu cara memotivasi karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka.

Motivasi akan timbul dari diri karyawan untuk bekerja sebaik mungkin apabila mereka merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan pekerjaannya tanpa ada risiko yang dapat mengancam keselamatan jiwanya, selain itu karyawan juga akan senang karena mereka merasa diperhatikan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Akan tetapi sebaliknya, apabila program keselamatan kerja tidak dijalankan secara optimal, maka dapat menurunkan produktivitas kerja karyawan, yaitu penurunan semangat dan gairah kerja karyawan akibat mereka merasa takut mengambil risiko untuk membahayakan jiwanya dan tentunya karena mereka merasa tidak diperhatikan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Kurang lebihnya begitulah teman muda mengenai K3 ini. Anyway, untuk Pengembangan K3 ada instansi pemerintahan yang membantu akademisi, perusshaan sampai pemerintah untuk pengembangan budaya K3. Yap! Seperti saya sebutkan diawal banget, yakni Balai Besar Pengembangan K3 Makassar. Nah untuk tahu lebih jauh mengenai BBPK3 Makassar, yuk simak video profil berikut ini.



Balai Besar Pengembangan K3 Makassar mempunyai cara jitu dalam pengembangan budaya K3 yang lebih intensif dan optimal untuk wilayah Makassar, yakni Kolaborasi Layanan Informasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Academics, Business dan Government atau disingkat KLIKKK ABG.


Jika dibaca sekilas, yang ada dibenak kita semua mengenai ABG yaitu Anak Baru Gede. Yap, hal itu pun dirasakan oleh bapak Drs. H. Bachtiar Hatamba, MM selaku   Kepala Bidang Pengawasan Nakertrans Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya beliau pun merasa tergelitik dengan singkatan ini. 

Drs. H. Bachtiar Hatamba, MM - Kepala Bidang Pengawasan Nakertrans Provinsi Sulawesi Selatan

“Saya pun merasa tergelitik dengan nama KLIKKK ABG. Nama yang unik untuk dibaca, terobosan yang luar biasa dari BBPK3 Makassar”.

Lebih Dekat dengan BBPK3 Makassar

Kepala BBPK3 Makassar, dr. Hj. Aminah AS, M.Kes dalam sambutannya mengatakan, sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Ketenagakerjaan, BBPK3 Makassar memiliki tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat pada ketiga lini yakni Akademisi, Perusahaan dan Pemerintahan, khususnya di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

dr. Hj. Aminah AS, M.Kes - Kepala BBPK3 Makassar

Tidak hanya itu, untuk mengoptimalkan pelayanan tersebut, perlu adanya peran dan kerjasama dari akademisi, perusahaan, dan instansi pemerintah terkait hal ini. Apalagi, memasuki era Industri 4.0 sehingga dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, komunikasi, dan informasi.

“Salah satu inovasi yang saat ini dikembangkan oleh BBPK3 Makassar yakni peluncuran aplikasi KLIKKK ABG. Tujuannya yakni mempermudah pelayanan K3 dengan kolaborasi Akademisi, Bisnis dan pemerintahan” pungkas dr. Aminah


Beliau berharap dengan adanya website KLIKKK ABG ini bisa mengantarkan Sulawesi Selatan menjadi salah satu Balai Pengembangan K3 terbaik di Indonesia menyusul Balai yang lainnya di wilayah timur Indonesia. Lebih hebatnya lagi BBPK3 Makassar sudah mendapatkan Sertifikat SNI ISO 17025 Tahun 2017, loh teman muda. Wah keren keren!!!

Pelayanan Intensif dan Optimal, KLIKK ABG

Website KLIKKK ABG memiliki peranan dalam hal pelayanan. Setelah pengguntingan pita untuk soft launching resmi dibuka, para undangan dipersilahkan untuk mencoba langsung KLIKKK ABG ini memalui website http://klikkk-abg.kemnaker.go.id/
Pemotongan Pita sebagai tanda Soft Launching Website KLIKKK ABG

Foto Bersama BBPK3 Makassar bersama Perwakilan
Akademisi, Perusahaan dan Pemerintah sebagai bentuk Kolaborasi Budaya K3

Ada 3 bagian besar pada aplikasi KLIKKK ABG, yakni Forum Diskusi, Permohonan Pengujian, dan Monitoring. Pertama, Forum Diskusi. Forum ini bertujuan untuk mengupayakan percepatan budaya K3, saling berbagi informasi ataupun tanya jawab dengan lini Akademisi Perusahaan, dan Instansi Pemerintah. Forum ini mengadopsi konsep Kaskus yang berisi fitur dan emoticon yang lebih santai dan dekat antar user.

Kedua, Permohonan Pengujian. Dengan adanya aplikasi permohonan jasa pengujian ini, semua data administrasi akan diminta disaat melakukan permohonan untuk memudahkan pelaporan di tahap akhir. Jadi data yang dimasukkan berifat dinamis sehingga lebih efektif dan efesien. Tak hanya pengujian saja, KLIKKK ABG dilengkapi fitur permohanan pelatihan Hiperkes dan K3. Jadi mitra ABG lebih gampang ketika ingin melakukan pelatihan untuk karyawannya.

Ketiga, Tracking Sampel (Monitoring). Fitur ini untuk memperlihatkan transparansi proses pengujian sehingga user dapat melihat sejauh mana proses pengujian telah dilakukan. Jadi user sendiri dapat mengecek secara berkala untuk mendapatkan hasil laporan tracking sampel nantinya. Ini sih keren ya, administrasi lebih cepat, mudah dan tentunya sangat transparan.






 ***
Saya sangat berharap inovasi seperti ini harus diterapkan lebih massif di ketiga lini tersebut, yakni ABG (Academic, Business, dan Government). Inovasi ini sangat mendukung dalam terwujudnya budaya K3 sehingga para karyawan lebih aman dan nyaman ketika dalam bekerja.

Foto Bersama dengan Tamu Undangan

Sepertinya saya harus mengadopsi ini untuk diterapkan di kampus. Kita juga sebagai mahasiswa teknik lebih paham mengenai acuan materi K3 yang terstandarisasi dan valid.

Ohiya teman muda, sebelum saya lupa. Sebelum acara dimulai, saya berkesempatan experience alat-alat K3 yang ada di laboratorium BBPK3 Makassar ini. Memang alat-alat disana beberapa pernah saya lihat di kampus dan di perusahaan tempat saya dulu Kuliah Kerja Praktek. Akan tetapi ada satu alat yang belum pernah saya lihat dan coba, yakni Spirometri. 
Suasana Experience Alat-Alat K3 BBPK3 Makassar
Spirometri

Alat ini dipakai untuk mengukur udara yang memasuki dan meninggalkan paru paru. Alatnya terbilang unik, semacam mesin kasir euyy. Nah untuk tahu gimana penggunaan alat ini, sila cek highlight "KLIKKK ABG" di Instagram @arezparawansa ^_^


Foto Bersama Blogger Makassar



Salam Damai

4 Comments

  1. That's Good!!! Sangat informatif dan edukatif. Bisa lebih paham lagi tentang K3 seperti apa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyapp. Saya pun sebagai tamu undangan merasa bangga juga dengan BBPK3 Makassar dengan inovasi mengenai K3✨

      Hapus
  2. Sangat meng edukasi,bekal sebelum masuk dunia kerja mantap nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yapp! mahasiswa juga harus paham dong biar makin playful~

      Hapus